Puteri Wei Yang Chapter 05

Chapter 5 : Babi-babinya kabur


Nyonya Liu harus terbaring di tempat tidur selama tujuh hari, selama itu Zhou Lan Xi terus mencaci maki Li Wei Yang tapi tidak berani memukulnya. Sehingga, tujuh hari ini berakhir dengan damai. Dengan bantuan Nyonya Ma, dia bisa makan sampai perutnya kembung.

Melihat Li Wei Yang selesai mencuci, Zhou Lan Xiu mendekatinya dan memberi seember penuh makanan babi. “Cepat kasih makan babi!”

Di desa yang terpencil ini, memberi makan babi adalah pekerjaan penting. Biasanya Nyonya Liu tidak akan memberikannya tugas ini, dan menyerahkannya kepada Zhou Lan Xiu. Sejak Nyonya Liu tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, Zhou Lan Xiu memberikan tugas ini kepada Li Wei Yang.

Li Wei Yang tersenyum dengan gembira dan berkata, “Ya, Lan Xiu jiejie!”

Dengan tersenyum Li Wei Yang menerima ember berisi makanan babi dan segera menuju kandang babi.

Keluarga Zhou memelihara delapan ekor babi. Sambil menyeringai, Li Wei Yang melihat babi-babi itu. Dia merenung kemudian meraup sedikit makan babi dan kemudan memasukkannya ke tempat pakan. Seketika itu juga, babi-babi itu berebutan makanan. Saat melihat babi-babi itu saling mendorong dan menggigit, Li Wei Yang mendapatkan ide . Dia melihat sekelilingnya, meletakkan ember makanan itu di kandang babi, membuka gerbang dan membebaskan babi-babi itu. Delapan ekor babi yang telah lama dikurung di kandang kecil itu dengan cepat berlari meninggalkan kandang.

Li Wei Yang melangkah ke samping menghindari gerombolan babi itu. Setelah melihat semua babi telah kabur, dia tersenyum. Lalu, dia mengambil ember berisi makanan babi dan diam-diam keluar melalui gerbang belakang. Dia memutari rumah menuju ke sebuah sumur yang sering digunakan warga dan menumpahkan pakan babi kedalamnya. Melihat air yang beriak, Li Wei Yan tersenyum.

Beberapa orang melewatinya tapi Li Wei Yang tidak menyapa mereka. Mereka berhenti melihat tingkah aneh Li Wei Yang, menebak apa yang sedang dia lakukan dan kemudian pergi. Li Wei Yang mengangkat kepalanya melihat ke arah matahari dan kemudian memutuskan duduk di tanah. Dia menyilangkan kakinya dan menatap pintu masuk desa di kejauhan.

Setelah menunggu selama setengah jam, dia melihat Wang Xiansheng[1] dan kepala desa perlahan-lahan berjalan ke arahnya.  Dia merasa bahagia.

Jika ada yang ingin kembali ke desa, mereka harus melewati sumur ini. Awalnya dia berencana menunggu kepala desa melewati sumur ini, tapi tidak disangka Wang Xiansheng bersama dengan kepala desa. Wang Xiansheng adalah satu-satunya cendekiawan di desa ini. Walaupun berkali-kali gagal di ujian negara, namun dia satu-satunya di desa ini yang bisa membaca. Maka dari itu Wang Xiansheng punya reputasi yang bagus, dia sering membantu menyelesaikan urusan warga dan menegakkan keadilan.

Li Wei Yang dengan cepat berdiri. Dia mengucek matanya dan melihat ke arah sumur dengan wajah gugup dan ketakutan.

Kepala desa melewatinya dan melihat Li Wei Yang dengan curiga. “Li guniang[2], apa yang sedang kau lakukan disini?”

Kepala desa hanya hanya sekedar bertanya tapi tiba-tiba, Li Wei Yang melihat ke arah kepala desa dengan wajah khawatir dan sedih. Dia berkata, “Lan Xiu jiejie menyuruhku memberi makan babi, tapi aku dengan ceroboh menumpahkan makanan babi kedalam sumur. Bagaimana ini, bagaimana ini. . . malam ini aku pasti dipukuli sampai mati!”

Kepala desa terkejut. “Apa? Apa yang kau lakukan?”

Li Wei Yang menunjukkan ekspresi sedih dan ketakutan. Kemudian dia mulai menangis tersedu-sedu. Ketika orang-orang  melihatnya, mereka akan merasa kasihan. “Bagaimana ini, bagaimana ini! Aku pasti dipukuli sampai mati. Aku pasti dipukuli sampai mati. Aku tidak berani pulang, lebih baik aku melompat ke sumur ini saja sekalian!” selesai mengatakan itu, dia mulai memanjat sumur, seolah-olah dia benar-benar melompat ke dalam sumur.

Kepala desa menjadi panik, dia berpikir jika ada yang bunuh diri di dalam sumur ini maka warga desa tidak akan berani mengambil air dari sumur ini. Dia bergegas mendekat memegangnya erat-erat. “Tolong jangan lakukan hal itu! Ayo kita bicarakan baik-baik!”

Wang Xiansheng yang sejak tadi diam, mulai mendekati Li Wei Yang. Dengan mengelus janggutnya dia bertanya, “Kenapa bisa seperti ini? Dari yang ku dengar, kau memang tinggal bersama mereka tapi mereka dibayar setiap bulan. Bagaimana bisa mereka menyuruhmu memberi makan babi?”

Li Wei Yang menyeka air mata dengan lengan bajunya, dia terlihat sangat menyedihkan. “ Sebelumnya keluargaku memang memberikan 10 perak sebulan selama 5 tahun sebagai biaya hidup, tapi sekarang mereka sudah tidak membayarkannya lagi. . . “

“Apa? 10 perak sebulan?!” Wang Xiansheng terkejut. Dia selama ini mengajar warga desa, tapi tidak ada seorang pun yang mau mendonasikan 2 perak untuk renovasi sekolah. Benar-benar tidak adil! Dia menarik napas dalam-dalam dan melihat ke arah Li Wei Yang, dia berpikir keluarga Zhou terlalu serakah. 10 perak selama 5 tahun, berarti selama ini mereka mendapatkan 600 perak. Berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk merawat seorang gadis kecil? Bahkan jika mereka harus merawat dia seumur hidupnya, biayanya tidak akan sampai 600 perak! Tetapi, mereka memperlakukan dia seperti pembantu yang bisa seenaknya diperintah. Tidak masuk akal! Dia melotot, penuh dengan amarah karena ketidakadilan. “Ayo pergi! Kita perlu penjelasan dari keluarga Zhou!”

 Kepala desa juga berpikir jika keluarga Zhou sudah berlebihan. Melihat satu-satunya cendekiawan di desa sedang emosi di depan, dia segera menyusulnya dan tidak melupakan Li Wei Yang. Dia menoleh dan berkata, “Ayo pergi! Jangan Menangis!”

Li Wei Yang menghapus air mata palsunya dan bergegas menyusul mereka.

Tepat pada saat itu, di mendengar tawa sarkstik. Dia berhenti dan mencari asal suara itu tapi tidak melihat seorang pun. Mungkin dia salah dengar? Li Wei Yang mengernyitkan alisnya. Dia mendengar kepala desa memanggilnya. Sekali lagi, dia melihat sekelilingnya. Memastikan jika tidak ada seorang pun, dan kemudian berjalan lagi.

Mungkin cuma pikirannya saja.

Begitu dia sampai di gerbang, Wang Xiansheng berteriak dengan keras. “Zhou Qing! Cepat keluar! Bagaimana bisa kalian membiarkan seorang gadis dari Ibukota memberi makan babi? Dia bukan pelayan kalian!”

Zhou Qing bergegas keluar dari kamarnya. Dia terkejut menyaksikan pemandangan ini.

Kepala desa berkata. “Benar. dia tinggal di rumahmu tapi kalian sudah mendapatkan banyak perak. Kalian tidak boleh memperlakukan dia seperti itu, memaksanya melakukan pekerjaan berat!”

Kemudian, Nyonya Ma dan Lan Xiu keluar, melihat ke arah Li Wei Yang dengan terkejut.

Li Wei Yang berkata dengan sedih, “Paman kepala desa, akulah yang ingin membantu Lan Xiu jiejie. Jangan salahkan dia. Dia tidak memaksaku melakukannya! Ini salahku. Awalnya aku berpikir embernya terlalu kotor dan ingin membersihkannya. Tapi, aku ceroboh dan menjatuhkan makanan babi ke sumur. Itu salahku! Aku bahkan tidak bisa melakukan tugas sederhana!”

Kepala desa melirik ke arah Zhou Qing dan berkata, “Kau sungguh. . . kau tiba-tiba menyuruhnya memberi makan babi tapi dia adalah gadis dari Ibukota, dia tidak akan tahu cara melakukannya! Belum lagi, dia tinggal bersama kalian tapi kalian mendapatkan bayaran. Meskipun mereka berhenti mengirimkan uang, jumlah yang kau terima selama bertahun-tahun lebih dari cukup untuk merawatnya selama 80 tahun lagi! Kau tidak seharusnya memperlakukan dia seperti pelayan!”

Untuk menghindari gosip dan menodai kehormatan Zhou, Nyonya Liu biasanya mencaci dan menyiksa Li Wei Yang di dalam rumah. Sehingga, Zhou Qing akan membiarkannya. Sayangnya, kepala desa dan satu-satunya cendekiawan di desa saat ini membuat keributan yang menyebabkan para tetangga berkumpul.

Itu adalah pukulan buat harga diri Zhou Qing. Dia berbalik dan menendang Zhou Lan Xiu. “Dasar pemalas, aku menyuruhmu memberi makan babi. Bagaimana mungkin dia tahu cara memberi makan babi-babi itu!”

Li Wei Yang menundukkan kepalanya, dia terlihat benar-benar menyesali perbuatannya. Di mata orang lain, dia bahkan terlihat sangat menyedihkan. Walaupun warga desa suka bergosip dan iri dengan kecantikan Li Wei Yang, pola pikir mereka sederhana. Keluarga Zhou mendapatkan uang dari keluarga Li maka mereka seharusnya memperlakukan dia dengan baik. Bagaimana bisa mereka memperlakukan dia seperti pelayan?

Melihat dia jadi pembicaraan tetangganya, Zhou Qing tidak bisa mengontrol emosinya. Dia menampar Zhou Lan Xiu dengan keras. “Gara-gara kau aku jadi dapat masalah!”

Li Wei yang berkata dalam hati. Ini baru permulaan.

Benar saja, tak lama kemudian, mereka mendengar Zhou Jing  berlari dengan wajah pucat, dia berteriak, “Ayah! Babinya! Babi-babinya kabur!”

***


Catatan :
[1] Xiansheng – guru/professor/tuan
[2] Guniang – Nona, cara memanggil gadis yang masih perawan






Comments